Sambut Hari Tani Nasional, Ketua DPRD Kolaka I Ketut Arjana Bersama Sekwan Mochamad Aldi Liambo Sorot Pencemaran Sawah di Pomalaa - Warta Global Sultra

Mobile Menu

ADS

Memuat berita...

More News

logoblog

Sambut Hari Tani Nasional, Ketua DPRD Kolaka I Ketut Arjana Bersama Sekwan Mochamad Aldi Liambo Sorot Pencemaran Sawah di Pomalaa

Kamis, 24 September 2026
 
KOLAKA — Warta Global Sultra.Id || Menyambut peringatan Hari Tani Nasional, Ketua DPRD Kabupaten Kolaka I Ketut Arjana, S.E. bersama Sekretaris Dewan (Sekwan) Mochamad Aldi Liambo, S.STP., M.Ap. menyampaikan ucapan selamat dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh petani di Kabupaten Kolaka, termasuk di wilayah Pomalaa dan sekitarnya, Jumat (25/9/2026).
 
Dalam pernyataan bersama, Ketua DPRD I Ketut Arjana menegaskan petani adalah tulang punggung ketahanan pangan. Setiap butir nasi yang dikonsumsi masyarakat lahir dari keringat dan kerja keras para petani.
 
"Kepada seluruh petani di Kabupaten Kolaka, khususnya di Pomalaa dan sekitarnya, kami ucapkan selamat Hari Tani Nasional. Kalian adalah pahlawan yang sesungguhnya. Tanpa perjuangan kalian, tidak akan ada pangan di meja makan setiap keluarga. Kehidupan kalian berawal dari petani — tanpa petani, kalian tidak bisa makan," tegas Arjana.
 
Secara khusus, ia menyoroti kekhawatiran masyarakat atas dampak aktivitas pertambangan di wilayah Pomalaa dan sekitarnya, di mana beberapa lahan persawahan diketahui mengalami pencemaran yang merugikan para petani.
 
"Kami meminta perusahaan pertambangan yang beroperasi di Pomalaa dan sekitarnya untuk serius memperhatikan kelestarian lingkungan. Sudah ada beberapa persawahan yang tercemar akibat aktivitas mereka. Hal ini tidak boleh dibiarkan terus-menerus. Jangan sampai keuntungan diperoleh dengan mengorbankan lahan yang memberi makan kita semua," ujarnya.
 
Arjana mengingatkan, keberlangsungan hidup seluruh masyarakat berakar dari hasil bumi dan pertanian. Perusahaan wajib menjaga sumber air, tanah, serta lingkungan agar tidak merusak lahan pertanian yang menjadi tumpuan hidup warga.
 
Sementara itu, Sekretaris Dewan Mochamad Aldi Liambo menyampaikan komitmen mendorong kebijakan yang melindungi lahan pertanian serta menindak tegas pelanggaran lingkungan.
 
"Kami mengajak seluruh pihak, khususnya pengusaha tambang di Pomalaa, untuk bertanggung jawab. Kelola limbah dengan baik, jaga sumber air, pastikan tidak ada lagi persawahan yang tercemar. Lindungi petani, karena merekalah yang menjaga ketahanan pangan daerah ini," tegas Aldi Liambo.
 
DPRD Kabupaten Kolaka berjanji akan terus memperjuangkan aspirasi para petani, memastikan perlindungan lahan pertanian di seluruh wilayah, termasuk Pomalaa, menjadi prioritas kebijakan.

Redaksi..// Andi Arka
Memuat konten...