Prosesi Penobatan Bokeo Mekongga ke-XX YM Firman Guro & Pelantikan Majelis Kerajaan, Babak Baru Kepemimpinan Adat di Kolaka - Warta Global Sultra

Mobile Menu

ADS

Memuat berita...

More News

logoblog

Prosesi Penobatan Bokeo Mekongga ke-XX YM Firman Guro & Pelantikan Majelis Kerajaan, Babak Baru Kepemimpinan Adat di Kolaka

Kamis, 27 Agustus 2026
 
KOLAKA – Warta Global Sultra.Id – Sejarah besar kembali terukir di tanah Mekongga. Kamis, 27 Agustus 2026, menjadi hari yang tak terlupakan bagi seluruh masyarakat adat Mekongga, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. Pada hari itu, digelar prosesi sakral Penobatan Bokeo (Raja) Mekongga ke-XX, Yang Mulia Firman Guro, sekaligus pelantikan dan pengucapan sumpah janji seluruh peran pemangkuan Majelis Kerajaan Mekongga. Upacara penuh khidmat dan sakral ini berlangsung di situs Makam Raja Sangia Nibandera, Desa Tikonu, Kecamatan Wundulako, menjadi tonggak penting kelanjutan kepemimpinan adat yang diwariskan turun-temurun.
 
Suasana sakral dan penuh keagungan menyelimuti lokasi upacara sejak pagi hari. Rangkaian prosesi penobatan diawali dengan tarian adat Mekongga, Yambe Puusara, yang dibawakan dengan penuh penghormatan. Gerak tari yang lembut namun bermakna mendalam ini bukan sekadar penyambutan, melainkan bentuk ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus penghormatan kepada para leluhur Kerajaan Mekongga yang telah meletakkan fondasi kehidupan masyarakat adat ini selama berabad-abad.
 
Prosesi penobatan berjalan sesuai tata cara adat yang dijaga kemurniannya dari generasi ke generasi. Di hadapan para tetua adat, pewaris kerajaan, dan seluruh undangan, Yang Mulia Firman Guro dikukuhkan secara resmi sebagai Bokeo Mekongga ke-XX. Momen tersebut disertai doa-doa dan harapan agar pemimpin baru ini senantiasa diberi kekuatan, kebijaksanaan, serta mampu menjaga kehormatan dan martabat Kerajaan Mekongga di tengah perubahan zaman yang terus bergerak maju.
 
Puncak acara dilanjutkan dengan pelantikan dan pengucapan sumpah janji seluruh pemangkuan Majelis Kerajaan Mekongga. Para pemangku jabatan adat yang terdiri dari berbagai unsur struktur kerajaan tampil dengan penuh kesungguhan mengangkat tangan dan membacakan sumpah janji setia. Mereka berjanji akan menjalankan amanah dengan jujur, menjunjung tinggi adat istiadat, serta senantiasa mendampingi Raja dalam membimbing dan melayani masyarakat Mekongga dengan tulus dan bertanggung jawab.
 
Kehadiran para Raja, Sultan, dan Datuk se-Nusantara memberikan warna tersendiri bagi acara ini. Kehadiran mereka bukan sekadar bentuk silaturahmi, melainkan pengakuan bahwa Kerajaan Mekongga tetap menjadi bagian penting dari peta keragaman budaya dan kerajaan adat di Indonesia. Hal ini semakin mempererat tali persaudaraan antar-kerajaan di seluruh penjuru nusantara dalam menjaga warisan leluhur masing-masing.
 

Hadir pula para saudara penerus dan pewaris kerajaan dari kalangan Kapita, Sapati, dan Pabitara. Bersama para Mokole, Opitu Tonomotuo, dan seluruh perangkat pemangkuan kerajaan, mereka menjadi saksi sekaligus penjamin bahwa seluruh prosesi penobatan dan pelantikan berjalan sesuai ketentuan adat yang berlaku, tanpa mengubah sedikit pun tata cara yang diwariskan para leluhur.
 
Acara ini juga dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat dan lembaga. Rektor Universitas 19 November, Dr. Syarifuddin Tondreng, perwakilan PT Antam, PT Ceria, pimpinan Bank Muamalat dan Bank Bahtera Mas turut hadir memberikan dukungan. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa pelestarian budaya adat bukan hanya urusan masyarakat adat, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa.
 
Ketua Forum Kerukunan Beragama Kabupaten Kolaka, para Alim Ulama, pimpinan partai politik dan ormas, serta para Kepala Desa, Lurah, dan Camat juga turut memeriahkan acara. Kehadiran lintas agama dan organisasi ini mencerminkan kerukunan yang tumbuh subur di Kabupaten Kolaka, di mana nilai-nilai adat dan agama berjalan beriringan menciptakan kehidupan masyarakat yang harmonis.
 
Rumpun Lapohiu yang diwakili oleh Kepala Rumpun, Misbahuddin, ABW, beserta jajarannya juga turut hadir dan memberikan dukungan penuh. Kehadiran ini semakin memperkokoh persatuan antar-rumpun di lingkungan adat Mekongga, menegaskan semangat kebersamaan yang tak terpisahkan dalam menjaga warisan leluhur dan kemajuan bersama.
 
Dalam sambutannya, Yang Mulia Raja Mekongga ke-XX, Firman Guro, mengajak seluruh masyarakat serta negara untuk mengakui, menghargai, dan menjamin identitas budaya serta hak-hak tradisional masyarakat hukum adat. Beliau menegaskan bahwa adat istiadat tetap harus hidup dan berkembang seiring peradaban, namun tidak boleh kehilangan jati diri, sebagaimana dijamin dalam undang-undang negara.
 
Beliau juga menekankan bahwa pemimpin adat dipilih berdasarkan adat untuk menjunjung tinggi martabat kerajaan. Oleh karena itu, seluruh pemangkuan Majelis Kerajaan Mekongga yang baru saja dilantik diharapkan dapat bekerja sama dengan penuh semangat, bermusyawarah dalam setiap pengambilan keputusan, dan senantiasa mengutamakan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi maupun golongan.
 
Penobatan YM Firman Guro dan pelantikan Majelis Kerajaan Mekongga ini menjadi awal babak baru bagi masyarakat adat di Kolaka. Dengan kepemimpinan yang kuat dan dukungan penuh dari seluruh elemen masyarakat, diharapkan Kerajaan Mekongga semakin berperan dalam melestarikan budaya, mempererat persatuan, dan berkontribusi nyata bagi pembangunan Kabupaten Kolaka serta persatuan Republik Indonesia yang kita cintai.

Redaksi..// Andi Arka
Memuat konten...